Gelombang Kedua Covid-19 Ancam Permintaan Minyak AS - Solid Gold Berjangka
SOLID GOLD PALEMBANG - Kemunculan kasus baru di tiga negara bagian Amerika Serikat yang menjadi pasar terbesar bahan bakar mengancam pemulihan permintaan minyak Paman Sam.
Dilansir dari Bloomberg Minggu (28/6/2020), warga di tiga negara bagian Amerika Serikat (AS) yakni California, Florida, dan Texas, kembali mengurungkan niatnya untuk melakukan perjalanan. Kondisi itu diakibatkan serangan kasus baru Covid-19yang kembali mengalami peningkatan.
California, Texas, dan Florida menyumbang lebih dari 40 persen kasus Covid-19 baru pada 24 Juni 2020. Standard Chartered Plc. melihat lonjakan kasus tiga negara bagian itu akan menekan pemulihan konsumsi bahan bakar.
AS melaporkan gelombang kedua wabah Covid-19 dengan 39.907 kasus baru pada Kamis. Data itu tersebut berpeluang membuat warga AS harus kembali tinggal di dalam rumah dan menunda mobilitasnya di luar rumah.
Bloomberg melaporkan permintaan minyak di Amerika Serikat menurun dalam beberapa hari terakhir. Salah satu jalan bebas hambatan di Houston, Texas, kembali sepi setelah sebelumnya mulai macet pada awal Juni 2020.
Data yang dikumpulkan oleh BloombergNEF menunjukkan kemacetan jalab di AS berada di bawah normal. Perjalanan pada jam sibuk di Los Angeles pada pekan lalu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pekan ini.
Head of Oil Products Research Energy Aspects Ltd Robert Campbell mengungkapkan saat ini memiliki pekerjaan yang lebih sedikit. Selain itu, banyak perusahaan saat ini meminta orang-orang untuk tidak datang ke kantor.
Ancaman penurunan terhadap minyak AS juga datang dari konsumen minyak terbesar di dunia, China. Gelombang kedua infeksi Covid-19 di Beijing menekan minat terhadap pasokan minyak dari Negeri Paman Sam.
Tanda melemahnya permintaan dari China mulai terlihat dari harga ekspor minyak mentah AS. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pasokan Agustus di sepanjang Gulf Coast AS sekarang diperdagangkan sekitar 80 hingga 90 sen per barel di atas Nymex berjangka atau turun dari hampir US$1,15 per barel premium pada pekan lalu.
Sebelumnya penyebaran gelombang kedua Covid-19, pembeli asal China mengambil banyak minyak dengan harga murah dari AS. Laporan pengolahan minyak mentah melonjak bahkan dari sebelum dimulainya pandemi.
Data yang dikompilasi Bloomberg menunjukkan pembelian 23 juta barel minyak mentah AS untuk pengangkutan Mei 2020 dikirimkan ke kilang domestik dan sekitar 12 juta barel dikapalkan ke China - SOLID GOLD
Dilansir dari Bloomberg Minggu (28/6/2020), warga di tiga negara bagian Amerika Serikat (AS) yakni California, Florida, dan Texas, kembali mengurungkan niatnya untuk melakukan perjalanan. Kondisi itu diakibatkan serangan kasus baru Covid-19yang kembali mengalami peningkatan.
California, Texas, dan Florida menyumbang lebih dari 40 persen kasus Covid-19 baru pada 24 Juni 2020. Standard Chartered Plc. melihat lonjakan kasus tiga negara bagian itu akan menekan pemulihan konsumsi bahan bakar.
AS melaporkan gelombang kedua wabah Covid-19 dengan 39.907 kasus baru pada Kamis. Data itu tersebut berpeluang membuat warga AS harus kembali tinggal di dalam rumah dan menunda mobilitasnya di luar rumah.
Bloomberg melaporkan permintaan minyak di Amerika Serikat menurun dalam beberapa hari terakhir. Salah satu jalan bebas hambatan di Houston, Texas, kembali sepi setelah sebelumnya mulai macet pada awal Juni 2020.
Data yang dikumpulkan oleh BloombergNEF menunjukkan kemacetan jalab di AS berada di bawah normal. Perjalanan pada jam sibuk di Los Angeles pada pekan lalu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pekan ini.
Head of Oil Products Research Energy Aspects Ltd Robert Campbell mengungkapkan saat ini memiliki pekerjaan yang lebih sedikit. Selain itu, banyak perusahaan saat ini meminta orang-orang untuk tidak datang ke kantor.
Ancaman penurunan terhadap minyak AS juga datang dari konsumen minyak terbesar di dunia, China. Gelombang kedua infeksi Covid-19 di Beijing menekan minat terhadap pasokan minyak dari Negeri Paman Sam.
Tanda melemahnya permintaan dari China mulai terlihat dari harga ekspor minyak mentah AS. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pasokan Agustus di sepanjang Gulf Coast AS sekarang diperdagangkan sekitar 80 hingga 90 sen per barel di atas Nymex berjangka atau turun dari hampir US$1,15 per barel premium pada pekan lalu.
Sebelumnya penyebaran gelombang kedua Covid-19, pembeli asal China mengambil banyak minyak dengan harga murah dari AS. Laporan pengolahan minyak mentah melonjak bahkan dari sebelum dimulainya pandemi.
Data yang dikompilasi Bloomberg menunjukkan pembelian 23 juta barel minyak mentah AS untuk pengangkutan Mei 2020 dikirimkan ke kilang domestik dan sekitar 12 juta barel dikapalkan ke China - SOLID GOLD
Baca Juga :
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
Solid Gold | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
Solid Gold | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
Solid Gold | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
Solid Gold | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
Solid Gold | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
Solid Gold | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
Solid Gold | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
Solid Gold | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
Solid Gold | Harga Emas Anjlok
Solid Gold | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
Solid Gold | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
Solid Gold | Olein Akan Meningkat di 2020





0 komentar:
Posting Komentar