Selasa, 30 Juni 2020

PT Solid Gold | Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 10 Juta, Rupiah Ikut Tergelincir

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 10 Juta, Rupiah Ikut Tergelincir - PT Solid Gold 

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG - Rupiah gagal mengikuti tren penguatan sejumlah mata uang Asia lainnya pada penutupan perdagangan hari ini, Senin. Rupiah melemah akibat meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar atas penyebaran virus corona sehingga menghindar aset-aset berisiko seperti rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah melemah 0,18 persen atau 25 poin ke level Rp14.245 per dolar AS. Selain rupiah, Yen Jepang dan dolar Hongkong juga menjadi mata uang asia lain yang melemah terhadap dolar AS. Mata uang Negeri Samurai melemah 0,47 persen terhadap dolar AS ke level 107,18 Yen per dolar AS.

Sementara itu, dolar Hong Kong melemah tipis ke level 7,75 per dolar AS.Sementara itu, mata uang lain, seperti dolar Singapura dan Won Korea tercatat menguat masing-masing 0,09 persen dan 0,16 persen. Hal yang sama juga terjadi pada Yuan China yang menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Mata uang negara Asia Tenggara seperti Baht Thailand dan Peso Filipina juga menguat. Masing-masing mata uang negara tetangga itu menguat 0,1 persen dan 0,13 persen terhadap dolar AS.

Pelemahan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang Asia terjadi seiring meningkatnya yield surat utang tenor 10 tahun yang meningkat 1 basis poin ke level 0,65 persen, mendekati rekor terendahnya.

Beberapa sentimen yang memengaruhi pergerakan mata uang dan pasar finansial global pada hari ini di antaranya disebabkan oleh kekhawatiran investor seiringdengan meningkatnya angka kematian global akibat virus corona yang mencapai 500.000 orang di seluruh dunia.

David Hunt, Presiden PGIM Inc. menyatakan bahwa hal itu mendasari kekhawatiran investor terkait pemulihan ekonomi dunia. Diperkirakan pemulihan tersebut tidak akan berlangsung cepat, seperti yang diperkirakan pasar sebelumnya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyatakan bahwa pelemahan rupiah pada hari ini juga didorong oleh peningkatan kasus Covid-19 di seluruh dunia. Hal ini menjadi sentimen negatif terhadap aset berisiko, termasuk rupiah. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :


PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
PT Solid Gold Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
PT Solid Gold Berjangka | Harga Emas Anjlok
PT Solid Gold Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
PT Solid Gold Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020
b

0 komentar:

Posting Komentar