Harga Minyak Melemah, Emiten di Sektor Ini Dapat Berkah - PT Solid Gold
PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG - Di balik rendahnya harga minyak, ada sejumlah emiten yang dinilai berpeluang mendapatkan keuntungan sehingga bisa mendongkrak kinerja keuangannya.SVP Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan sedikitnya terdapat tiga sektor yang akan mendapatkan keuntungan di tengah pelemahan harga minyak, yaitu industri petrokimia, otomotif, dan sektor industri berbasis pembangkit listrik.
Dia menjelaskan, sebesar 70 persen komponen industri petrokimia terdiri atas minyak impor sehingga penurunan harga minyak akan menjadi berkah bagi emiten-emiten petrokimia seperti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA).
Untuk industri pembangkit listrik yang juga memiliki sekitar 70 persen komponen biaya produksinya terdiri atas minyak impor pun akan mendapatkan manfaat dari pelemahan harga minyak dunia.
Selain itu, sektor otomotif juga akan ikut terdampak, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang akan mendorong permintaan kendaraan moda pribadi untuk menghindari penyebaran virus sehingga akhirnya bisa menguntungkan PT Astra International Tbk. (ASII).
Adapun, dia menjelaskan secara garis besar semua sektor sesungguhnya akan mengalami perlambatan pendapatan pada tahun ini akibat sentimen pandemi Covid-19.
Bahkan, Janson mengatakan bahwa mayoritas emiten akan mengalami penurunan pendapatan yang tajam pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini
Pasalnya, ongkos produksi emiten tersebut yag mayoritas menggunakan bahan baku minyak juga akan menjadi lebih murah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Namun, emiten itu tidak serta merta akan terlepas dari risiko pembukuan kinerja yang buruk meskipun dibantu pelemahan harga minyak mentah dunia.
Untuk diketahui, sepanjang tahun berjalan 2020 harga minyak telah terkoreksi hingga 77,24 persen. Pada pertengahan April, harga minyak berjangka untuk kontrak pengiriman Mei 2020 sempat diperdagangkan di area negatif, yaitu di level -US$34 per barel.
Adapun, pada perdagangan Rabu (29/4/2020) hingga pukul 19.09 WIB, harga minyak WTI untuk kontrak Juni 2020 di bursa Nymex berada di level US$14,25 per barel menguat 15,48 persen, sedangkan harga minyak Brent kontrak Juni 2020 di bursa ICE naik 4,59 persen ke level US$21,40 per barel.. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
Dia menjelaskan, sebesar 70 persen komponen industri petrokimia terdiri atas minyak impor sehingga penurunan harga minyak akan menjadi berkah bagi emiten-emiten petrokimia seperti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA).
Untuk industri pembangkit listrik yang juga memiliki sekitar 70 persen komponen biaya produksinya terdiri atas minyak impor pun akan mendapatkan manfaat dari pelemahan harga minyak dunia.
Selain itu, sektor otomotif juga akan ikut terdampak, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang akan mendorong permintaan kendaraan moda pribadi untuk menghindari penyebaran virus sehingga akhirnya bisa menguntungkan PT Astra International Tbk. (ASII).
Adapun, dia menjelaskan secara garis besar semua sektor sesungguhnya akan mengalami perlambatan pendapatan pada tahun ini akibat sentimen pandemi Covid-19.
Bahkan, Janson mengatakan bahwa mayoritas emiten akan mengalami penurunan pendapatan yang tajam pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini
Pasalnya, ongkos produksi emiten tersebut yag mayoritas menggunakan bahan baku minyak juga akan menjadi lebih murah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Namun, emiten itu tidak serta merta akan terlepas dari risiko pembukuan kinerja yang buruk meskipun dibantu pelemahan harga minyak mentah dunia.
Untuk diketahui, sepanjang tahun berjalan 2020 harga minyak telah terkoreksi hingga 77,24 persen. Pada pertengahan April, harga minyak berjangka untuk kontrak pengiriman Mei 2020 sempat diperdagangkan di area negatif, yaitu di level -US$34 per barel.
Adapun, pada perdagangan Rabu (29/4/2020) hingga pukul 19.09 WIB, harga minyak WTI untuk kontrak Juni 2020 di bursa Nymex berada di level US$14,25 per barel menguat 15,48 persen, sedangkan harga minyak Brent kontrak Juni 2020 di bursa ICE naik 4,59 persen ke level US$21,40 per barel.. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
PT Solid Gold Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
PT Solid Gold Berjangka | Harga Emas Anjlok
PT Solid Gold Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
PT Solid Gold Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020
b




0 komentar:
Posting Komentar