Sektor Tambang Logam Masih Loyo, Ini Proyeksi Mirae Asset Sekuritas - Solid Gold Berjangka
SOLID BERJANGKA PALEMBANG - Mirae Asset Sekuritas Indonesia menurunkan posisi overweight ke netral untuk sektor pertambangan logam dalam negeri seiring dengan proyeksi penurunan permintaan global dalam jangka pendek.
Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan bahwa ekonomi China, sebagai salah satu konsumen terbesar logam di dunia, masih terkontraksi walaupun secara perlahan menunjukkan adanya pemulihan.
Output industri China periode April berhasil naik 3,9 persen year on year, tetapi pertumbuhan laba total perusahaan industri China merosot ke level terendah 34,9 persen yoy pada Maret, dan turun 4,3 persen yoy pada April.
Dari itu, Andy pun menurunkan proyeksi harga nikelnya untuk tahun ini dan 2021 menjadi di level US$14.000 per ton dan US$15.000. Proyeksi itu pun masing-masing turun 15,2 persen dan 11,8 persen dari proyeksi Andy sebelumnya.
Sementara itu, Andy menaikkan proyeksi harga emas global pada tahun ini ke level US$1.700 per troy ounce dan ke level US$1.750 per troy ounce untuk 2021. Proyeksi itu masing-masing naik 13,3 persen dan 12,9 persen dari proyeksi sebelumnya.
Kendati demikian, secara jangka panjang nikel dinilai masih sangat prospektif, terutama penggunaannya sebagai bahan baku kendaraan listrik. Andy mencatat, terdapat 270.000 sepeda motor listrik terjual di India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina pada 2019.
Jumlah itu mewakili setidaknya 1 persen dari keseluruhan jenis motor yang digunakan gabungan negara-negara itu. Ke depan, Andy memperkirakan volume penjualan sepeda motor listrik gabungan negara tersebut akan mencapai 8,6 juta unit dengan tingkat penetrasi 20 persen pada 2025 dan sebesar 52 juta unit dengan tingkat penetrasi mencapai 90 persen pada 2035.
Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi tersebut posisi overweight telah direvisi oleh Mirae Asset Sekuritas ke posisi netral.
Mirae Asset juga mengubah top picks sahamnya dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) karena perseroan yang baru saja divestasi saham ke Mind ID itu akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari penurunan harga minyak. - SOLID BERJANGKA
Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan bahwa ekonomi China, sebagai salah satu konsumen terbesar logam di dunia, masih terkontraksi walaupun secara perlahan menunjukkan adanya pemulihan.
Output industri China periode April berhasil naik 3,9 persen year on year, tetapi pertumbuhan laba total perusahaan industri China merosot ke level terendah 34,9 persen yoy pada Maret, dan turun 4,3 persen yoy pada April.
Dari itu, Andy pun menurunkan proyeksi harga nikelnya untuk tahun ini dan 2021 menjadi di level US$14.000 per ton dan US$15.000. Proyeksi itu pun masing-masing turun 15,2 persen dan 11,8 persen dari proyeksi Andy sebelumnya.
Sementara itu, Andy menaikkan proyeksi harga emas global pada tahun ini ke level US$1.700 per troy ounce dan ke level US$1.750 per troy ounce untuk 2021. Proyeksi itu masing-masing naik 13,3 persen dan 12,9 persen dari proyeksi sebelumnya.
Kendati demikian, secara jangka panjang nikel dinilai masih sangat prospektif, terutama penggunaannya sebagai bahan baku kendaraan listrik. Andy mencatat, terdapat 270.000 sepeda motor listrik terjual di India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina pada 2019.
Jumlah itu mewakili setidaknya 1 persen dari keseluruhan jenis motor yang digunakan gabungan negara-negara itu. Ke depan, Andy memperkirakan volume penjualan sepeda motor listrik gabungan negara tersebut akan mencapai 8,6 juta unit dengan tingkat penetrasi 20 persen pada 2025 dan sebesar 52 juta unit dengan tingkat penetrasi mencapai 90 persen pada 2035.
Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi tersebut posisi overweight telah direvisi oleh Mirae Asset Sekuritas ke posisi netral.
Mirae Asset juga mengubah top picks sahamnya dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) karena perseroan yang baru saja divestasi saham ke Mind ID itu akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari penurunan harga minyak. - SOLID BERJANGKA
Baca Juga :
Solid Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
Solid Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
Solid Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
Solid Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
Solid Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
Solid Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
Solid Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
Solid Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
Solid Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
Solid Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
Solid Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
Solid Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
Solid Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
Solid Berjangka | Harga Emas Anjlok
Solid Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
Solid Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
Solid Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020





0 komentar:
Posting Komentar