Penyuling Minyak Asia Mulai Incar Pasokan di Luar OPEC+ - PT Solid Gold
PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG - Penyuling minyak mentah dari Asia membidik pasar lain seiring kenaikan harga bahan baku akibat pengurangan produksi oleh OPEC+.
Melansir dari Bloomberg, empat penyuling minyak mentah di Asia yang tidak ingin disebutkan namanya dan menjadi langganan bagi OPEC+ tengah mencari pasar baru di Amerika Serikat.
Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya telah lama menjadi pemasok terpercaya di Asia. Namun, perang harga diikuti dengan penurunan produksi besar-besaran telah membuat para pembeli gelisah.
Ketidakstabilan harga telah membuka pasar bagi produsen Amerika Serikat meskipun pemasok tradisional ini tidak mungkin diambil alih dalam waktu dekat,
John Driscoll, kepala strategi di JTD Energy Services Pte., menilai penyuling akan makin kesulitan dengan volatilitas harga dan produksi oleh negara OPEC+. “Sulit bagi penyuling untuk mengatasi volatilitas seperti itu. Di sisi lain, minyak AS terlihat lebih menarik dengan harga lebih rendah dan tarif pengiriman,” katanya Senin (22/6/2020).
Volume minyak AS yang mengalir ke Asia sudah meningkat sekitar 49 juta barel pada Juli dibandingkan dengan masing-masing 27 juta barel di bulan Mei dan Juni 2020. China'sRongsheng Petrochemical Co. membeli setidaknya 2 juta barel dari kelas West Texas Intermediate Midland (WTI) untuk kontrak Agustus dan September 2020.
Sementara itu penyuling dari Korea Selatan GS Caltex Corp dan SK Innovation Co. membeli minyak WTI Midland dan Eagle Ford untuk bulan September. WTI Midland lebih disukai untuk beberapa penyuling Asia Utara karena sebanding dengan Murban dan Das Blend, Sokol Rusia, dan Arab Extra Light.
Harga spot premium untuk membeli WTI Midland telah meningkat sekitar US$2 per barel dari bulan sebelumnya, sedangkan untuk Murban telah meningkat US$4 per barel karena kenaikan harga jual resminya.
Sementara itu, biaya menyewa kapal tangker yang dapat menampung 2 juta barel, untuk perjalanan dari A.S. Gulf Coast ke Cina sekitar US$7,5 juta pada pertengahan Juni dibandingkan dengan US$15 juta pada akhir April.. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
Melansir dari Bloomberg, empat penyuling minyak mentah di Asia yang tidak ingin disebutkan namanya dan menjadi langganan bagi OPEC+ tengah mencari pasar baru di Amerika Serikat.
Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya telah lama menjadi pemasok terpercaya di Asia. Namun, perang harga diikuti dengan penurunan produksi besar-besaran telah membuat para pembeli gelisah.
Ketidakstabilan harga telah membuka pasar bagi produsen Amerika Serikat meskipun pemasok tradisional ini tidak mungkin diambil alih dalam waktu dekat,
John Driscoll, kepala strategi di JTD Energy Services Pte., menilai penyuling akan makin kesulitan dengan volatilitas harga dan produksi oleh negara OPEC+. “Sulit bagi penyuling untuk mengatasi volatilitas seperti itu. Di sisi lain, minyak AS terlihat lebih menarik dengan harga lebih rendah dan tarif pengiriman,” katanya Senin (22/6/2020).
Volume minyak AS yang mengalir ke Asia sudah meningkat sekitar 49 juta barel pada Juli dibandingkan dengan masing-masing 27 juta barel di bulan Mei dan Juni 2020. China'sRongsheng Petrochemical Co. membeli setidaknya 2 juta barel dari kelas West Texas Intermediate Midland (WTI) untuk kontrak Agustus dan September 2020.
Sementara itu penyuling dari Korea Selatan GS Caltex Corp dan SK Innovation Co. membeli minyak WTI Midland dan Eagle Ford untuk bulan September. WTI Midland lebih disukai untuk beberapa penyuling Asia Utara karena sebanding dengan Murban dan Das Blend, Sokol Rusia, dan Arab Extra Light.
Harga spot premium untuk membeli WTI Midland telah meningkat sekitar US$2 per barel dari bulan sebelumnya, sedangkan untuk Murban telah meningkat US$4 per barel karena kenaikan harga jual resminya.
Sementara itu, biaya menyewa kapal tangker yang dapat menampung 2 juta barel, untuk perjalanan dari A.S. Gulf Coast ke Cina sekitar US$7,5 juta pada pertengahan Juni dibandingkan dengan US$15 juta pada akhir April.. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
PT Solid Gold Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
PT Solid Gold Berjangka | Harga Emas Anjlok
PT Solid Gold Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
PT Solid Gold Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020
b




0 komentar:
Posting Komentar