Begini Nasib Mata Uang Asia dalam Prediksi Dua Peramal Terbaik - PT Solid Gold
PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG - Dua peramal terbaik mata uang negara berkembang Asia, Commerzbank AG dan Credit Agricole SA, memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang arah nilai tukar di kawasan tersebut.
Commerzbank AG, yang menduduki posisi pertama peringkat Bloomberg untuk peramal terbaik mata uang negara berkembang Asia, menyebut akan adanya keuntungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap nilai tukar rupiah, rupee India, dan won Korea Selatan. Sebaliknya, Credit Agricole SA mengatakan dolar AS siap menguat.
Analis Currency and Emerging-Market Commerzbank AG di Singapura Hao Zhou mengatakan masih menjaga prediksi untuk mata uang Asia yang disampaikan dari awal tahun. Pihaknya masih berharap adanya pemulihan kerugian yang disebabkan oleh COVID-19.
Bloomberg mencatat penyebaran pandemik COVID-19 telah memukul negara berkembang. Pasalnya, investor mengalihkan uang mereka ke instrumen seperti dolar AS dan U.S Treasuries.
Adapun, The Bloomberg JPMorgan Asia Dollar Index, yang melacak 10 dari nilai tukar kawasan tidak termasuk yen, telah jatuh 3,6 persen sejak akhir Desember 2019 dan bulan lalu menyentuh level terendah sejak September 2004.
Penyebaran COVID-19 disebut tidak hanya menimbulkan kerugian besar terhadap aset berisiko. Ketidakpastian yang ditimbulkan membuat prediksi mata uang semakin sulit.
Kondisi itu harus ditambah lagi dengan perang harga di pasar minyak. Akibatnya, volatilitas mata uang emerging market berkembang ke level tertinggi sejak akhir 2011 sehingga menambah tantangan bagi para analis.
Kendati bergejolak, Commerzbank AG mengharapkan terjadi penguatan mata uang Asia. Penyebaran COVID-19 di Negeri Paman Sam membuat penguatan dolar AS menjadi terbatas.
Commerzbank AG memprediksi rupiah akan menguat ke level Rp14.900 per dolar AS pada akhir 2020. Sementara itu, rupee diperkirakan menuju level 73 rupee per dolar AS, dan won 1.190 per dolar AS.
Perusahaan berbasis Frankfurt itu juga merevisi naik prediksi yuan China menjadi 7,10 per dolar AS pada akhir tahun. Pemerintah setempat menjaga pergerakan nilai tukarnya dengan ketat seperti krisis yang terjadi sebelumnya..- PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
Commerzbank AG, yang menduduki posisi pertama peringkat Bloomberg untuk peramal terbaik mata uang negara berkembang Asia, menyebut akan adanya keuntungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap nilai tukar rupiah, rupee India, dan won Korea Selatan. Sebaliknya, Credit Agricole SA mengatakan dolar AS siap menguat.
Analis Currency and Emerging-Market Commerzbank AG di Singapura Hao Zhou mengatakan masih menjaga prediksi untuk mata uang Asia yang disampaikan dari awal tahun. Pihaknya masih berharap adanya pemulihan kerugian yang disebabkan oleh COVID-19.
Bloomberg mencatat penyebaran pandemik COVID-19 telah memukul negara berkembang. Pasalnya, investor mengalihkan uang mereka ke instrumen seperti dolar AS dan U.S Treasuries.
Adapun, The Bloomberg JPMorgan Asia Dollar Index, yang melacak 10 dari nilai tukar kawasan tidak termasuk yen, telah jatuh 3,6 persen sejak akhir Desember 2019 dan bulan lalu menyentuh level terendah sejak September 2004.
Penyebaran COVID-19 disebut tidak hanya menimbulkan kerugian besar terhadap aset berisiko. Ketidakpastian yang ditimbulkan membuat prediksi mata uang semakin sulit.
Kondisi itu harus ditambah lagi dengan perang harga di pasar minyak. Akibatnya, volatilitas mata uang emerging market berkembang ke level tertinggi sejak akhir 2011 sehingga menambah tantangan bagi para analis.
Kendati bergejolak, Commerzbank AG mengharapkan terjadi penguatan mata uang Asia. Penyebaran COVID-19 di Negeri Paman Sam membuat penguatan dolar AS menjadi terbatas.
Commerzbank AG memprediksi rupiah akan menguat ke level Rp14.900 per dolar AS pada akhir 2020. Sementara itu, rupee diperkirakan menuju level 73 rupee per dolar AS, dan won 1.190 per dolar AS.
Perusahaan berbasis Frankfurt itu juga merevisi naik prediksi yuan China menjadi 7,10 per dolar AS pada akhir tahun. Pemerintah setempat menjaga pergerakan nilai tukarnya dengan ketat seperti krisis yang terjadi sebelumnya..- PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
PT Solid Gold Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
PT Solid Gold Berjangka | Harga Emas Anjlok
PT Solid Gold Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
PT Solid Gold Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020
b




0 komentar:
Posting Komentar